”Tamparan Keras JK: Krisis Itu Harus Kerja Gila-gilaan, Bukan Malah ‘Pindah Tidur’ ke Rumah!”
- account_circle Elevasi News.id
- calendar_month Rabu, 1 Apr 2026
- visibility 19
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Elevasinews.id MAKASSAR – Mantan Wakil Presiden RI, Jusuf Kalla (JK), angkat bicara dengan nada pedas terkait tren kebijakan Work From Home (WFH) yang kerap dianggap sebagai solusi penghematan energi. Dengan gaya bicaranya yang lugas, tokoh asal Sulsel ini menyebut WFH bukanlah jawaban yang tepat, terutama jika alasannya adalah untuk menekan konsumsi Bahan Bakar Minyak (BBM).
Menurut JK, ada kekeliruan logika yang besar jika pemerintah atau perusahaan memaksakan WFH demi alasan energi. Ia menegaskan bahwa operasional kantor hanya berkaitan dengan penggunaan listrik, bukan BBM.
BBM Bukan Alasan untuk WFH
JK membedah bahwa konsumsi energi di perkantoran seperti lampu, AC, dan perangkat elektronik lainnya bersumber dari listrik yang mayoritas dihasilkan oleh Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) berbahan bakar batu bara, khususnya di wilayah Jakarta dan Jawa Barat.
”Nggak ada hubungannya, BBM tidak ada hubungannya dengan WFH. Itu hubungannya dengan listrik. Kalau soal pemakaian BBM untuk pegawai ke kantor, itu bisa diatasi dengan angkutan umum, atau naik sepeda di daerah kecil,” tegas JK dalam sebuah video yang dikutip RakyatSulsel.co.
Ancaman “Budaya Istirahat” dan Penurunan Produksi
Hal yang paling dikhawatirkan JK bukan sekadar urusan energi, melainkan runtuhnya produktivitas nasional. Ia menilai WFH berpotensi besar menurunkan kualitas layanan pemerintah dan menghambat target produksi dunia usaha.
Ia memberikan peringatan keras agar pengambil kebijakan tidak mendidik masyarakat untuk mundur dari tanggung jawab saat menghadapi masalah.
”Jangan kita mendidik, mengajar, memberikan budaya kalau ada masalah suruh istirahat. Jangan! Dalam kondisi krisis ini kita harus lebih produktif, harus bekerja dengan betul,” cetus JK dengan nada peringatan.
Dampak Bahaya bagi Ekonomi
JK menilai jika sektor pengusaha dipaksa mengikuti tren WFH, dampaknya bisa fatal bagi roda ekonomi nasional. Penjualan dan produksi dipastikan merosot, yang justru akan memperparah kondisi krisis yang ada.
Bagi JK, solusi transportasi publik jauh lebih cerdas dan berintegritas dibandingkan membiarkan aparatur dan karyawan “berdiam diri” di rumah dengan dalih efisiensi yang semu.
- Penulis: Elevasi News.id

Saat ini belum ada komentar