Waspada Modus ‘Silent Call’, Pintu Masuk Penipuan Telepon yang Mengincar Nomor Aktif
- account_circle Elevasi News.id
- calendar_month Senin, 22 Jun 2026
- visibility 13
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Elevasinews.id, JAKARTA – Masyarakat diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap fenomena silent call atau panggilan hening dari nomor yang tidak dikenal. Praktik ini ditengarai bukan sekadar keisengan belaka, melainkan diduga kuat sebagai tahapan awal dari sindikat penipuan berbasis telepon (phone scam).
Perhatian terhadap modus ini kembali mencuat setelah sejumlah pengguna media sosial membagikan pengalamannya menerima panggilan misterius tanpa suara dari nomor asing. Sambungan telepon tersebut biasanya langsung terputus dalam hitungan detik sebelum sempat terjadi percakapan.
Melansir penjelasan resmi di laman Kementerian Komunikasi dan Digital Republik Indonesia (Komdigi), pola panggilan hening ini kerap digunakan oleh pelaku kejahatan untuk melakukan pengumpulan data pengguna atau menyiapkan serangan siber lanjutan. Dalam melancarkan aksinya, pelaku biasanya memanfaatkan teknologi Voice over Internet Protocol (VoIP). Teknologi ini memungkinkan pelaku memanipulasi nomor telepon agar sulit dilacak, sekaligus dapat berganti-ganti nomor dalam waktu singkat.
Tujuan utama dari silent call ini bervariasi, mulai dari memverifikasi apakah suatu nomor telepon masih aktif, memancing korban untuk melakukan panggilan balik (missed call bait), hingga menjebak korban agar terhubung ke layanan premium berbayar yang menguras pulsa saat melakukan call back.
Pintu Masuk Penipuan Lanjutan
Dalam berbagai kasus yang dilaporkan, korban yang terpancing merespons atau menelepon balik nomor tersebut akan diarahkan ke modus penipuan yang lebih berbahaya. Risiko lanjutan yang mengintai antara lain upaya phising, manipulasi psikologis, hingga pencurian kode One-Time Password (OTP) untuk membobol akun perbankan atau media sosial.
Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) juga mencatat bahwa panggilan misterius ini merupakan metode yang lumrah digunakan oleh pelaku kejahatan untuk menyaring dan menyusun daftar target nomor aktif sebelum melancarkan aksi penipuan berskala besar.
Menanggapi fenomena ini, Dosen Program Studi Ilmu Komputer IPB University, Heru Sukoco, meminta masyarakat untuk bersikap tegas dengan tidak merespons panggilan-panggilan mencurigakan tersebut.
”Jangan angkat, jangan telepon balik, blokir dan abaikan karena panggilan tersebut merupakan tahapan awal dari penipuan berbasis telepon,” tegas Heru, dikutip dari laman resmi IPB University.
Heru mengingatkan agar masyarakat mengabaikan panggilan dari nomor tak dikenal, terutama jika menggunakan kode telepon luar negeri yang mencurigakan. Menurutnya, jika panggilan tersebut bersifat darurat atau penting, pihak penelepon biasanya akan mengirimkan pesan singkat terlebih dahulu atau mencoba menghubungi kembali secara wajar.
”Tindakan ini (menelepon balik) adalah yang paling sering menjebak, karena banyak scam menggunakan teknik ‘missed call bait‘,” tambahnya.
Langkah Mitigasi bagi Masyarakat
Untuk menghindari risiko menjadi korban penipuan, masyarakat disarankan untuk mengoptimalkan fitur keamanan pada ponsel pintar mereka. Beberapa langkah preventif yang bisa dilakukan antara lain:
- Abaikan dan Blokir: Jangan mengangkat panggilan asing yang mencurigakan dan segera blokir nomor tersebut.
- Aktifkan Fitur Bawaan Ponsel: Manfaatkan pengaturan seperti ‘Silence Unknown Callers’ (Senapkan Penelepon Tidak Dikenal) atau ‘Block Unknown Numbers’.
- Gunakan Aplikasi Pihak Ketiga: Memasang aplikasi pengenal nomor atau penyaring spam tepercaya untuk mendeteksi identitas penelepon.
- Edukasi Keluarga: Memberikan pemahaman dan edukasi secara berkala kepada anggota keluarga, khususnya anak-anak dan lansia yang sering kali menjadi kelompok paling rentan terhadap ancaman atau tipu daya lewat telepon.
Dengan meningkatkan literasi digital dan kewaspadaan bersama, masyarakat diharapkan dapat memutus mata rantai modus penipuan silent call ini sejak dini.
- Penulis: Elevasi News.id

Saat ini belum ada komentar