Hunger Stone, Batu Bersejarah yang Muncul Saat Sungai Mengering
- account_circle Elevasi News.id
- calendar_month 12 jam yang lalu
- visibility 10
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Elevasinews.id–Sebuah batu bersejarah yang dikenal sebagai Hunger Stone atau “Batu Kelaparan” kembali menarik perhatian dunia. Batu ini hanya akan terlihat ketika permukaan air sungai turun hingga titik yang sangat rendah akibat kekeringan ekstrem, sehingga sejak ratusan tahun lalu dijadikan penanda sekaligus peringatan akan datangnya masa-masa sulit.
Salah satu Hunger Stone yang paling terkenal berada di Sungai Elbe, dekat Kota Děčín, Republik Ceko. Pada batu tersebut terdapat ukiran berbahasa Jerman bertuliskan “Wenn du mich siehst, dann weine” yang berarti “Jika kamu melihatku, menangislah.” Kalimat tersebut bukan dimaksudkan untuk menakut-nakuti, melainkan sebagai peringatan bahwa rendahnya permukaan air sungai sering kali diikuti gagal panen, kelaparan, kenaikan harga pangan, serta kesulitan ekonomi bagi masyarakat yang bergantung pada sungai.
Selain pesan tersebut, batu itu juga memuat sejumlah ukiran tahun yang menandai periode kekeringan besar yang pernah melanda kawasan tersebut. Catatan tertua yang masih dapat dibaca berasal dari tahun 1616, meskipun para peneliti menyebut tulisan “Jika kamu melihatku, menangislah” kemungkinan diukir beberapa dekade, bahkan berabad-abad, setelah penanda tahun tersebut dibuat. �
Wikipedia + 1
Hunger Stone kembali muncul ke permukaan ketika Eropa dilanda gelombang kekeringan ekstrem pada tahun 2022. Kemunculannya menjadi pengingat bahwa fenomena kekeringan besar bukan hanya terjadi pada masa kini, tetapi juga telah berulang selama berabad-abad.
Secara historis, Hunger Stone merupakan penanda hidrologi yang banyak ditemukan di sungai-sungai Eropa Tengah, terutama di Jerman dan Republik Ceko. Batu-batu ini dipahat pada masa kekeringan untuk mencatat rendahnya permukaan air sekaligus menjadi peringatan bagi generasi berikutnya mengenai dampak yang dapat ditimbulkan jika kondisi serupa kembali terjadi.
Kini, di tengah meningkatnya frekuensi cuaca ekstrem di berbagai belahan dunia, Hunger Stone tidak hanya dipandang sebagai peninggalan sejarah, tetapi juga sebagai simbol yang mengingatkan pentingnya pengelolaan sumber daya air dan upaya menghadapi perubahan iklim.
Sumber : Wikipedia
- Penulis: Elevasi News.id

Saat ini belum ada komentar