Pemerintah Tahan Harga BBM Subsidi hingga 2026, APBN Disiapkan Hadapi Gejolak Energi
- account_circle Elevasi News.id
- calendar_month Senin, 6 Apr 2026
- visibility 13
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Elevasinews.id, Jakarta — Pemerintah memastikan harga bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi tetap stabil hingga akhir 2026 meskipun tekanan harga energi global terus meningkat. Kebijakan ini diambil untuk menjaga daya beli masyarakat dan stabilitas ekonomi nasional.
Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa, menyatakan bahwa pemerintah telah menyiapkan berbagai skenario untuk mengantisipasi lonjakan harga minyak dunia. Perhitungan dilakukan dengan asumsi harga minyak berada di kisaran 80 hingga 100 dollar AS per barel.
Menurutnya, setiap skenario telah dilengkapi langkah mitigasi guna memastikan anggaran pendapatan dan belanja negara (APBN) tetap terkendali. Defisit anggaran diproyeksikan berada di level sekitar 2,92 persen dari produk domestik bruto, masih di bawah batas aman 3 persen.
Kebijakan penahanan harga BBM bersubsidi ini diharapkan mampu menjaga konsumsi rumah tangga tetap stabil. Namun, pemerintah tetap mewaspadai potensi tekanan fiskal, terutama jika harga energi global terus mengalami kenaikan akibat dinamika geopolitik.
Selain itu, pemerintah juga menyiapkan kombinasi kebijakan fiskal dan energi untuk meredam dampak kenaikan biaya impor energi tanpa membebani masyarakat secara langsung.
Sumber: https//money.kompas.com
#bbm #subsidi #minyak
- Penulis: Elevasi News.id

Saat ini belum ada komentar