Solusi Radikal Krisis Energi, Ilmuwan Jepang Siap Sulap Bulan Jadi Pembangkit Listrik Raksasa
- account_circle Elevasi News.id
- calendar_month Selasa, 7 Apr 2026
- visibility 16
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Elevasinews.id, TOKYO — Jepang kembali mengguncang dunia teknologi dengan visi energi yang melampaui batas atmosfer. Melalui proposal proyek ambisius bernama “Luna Ring”, Negeri Matahari Terbit ini berencana membangun sabuk panel surya raksasa di sepanjang ekuator Bulan guna menyediakan pasokan energi bersih tanpa batas bagi penduduk Bumi.
Proyek yang digagas oleh Shimizu Corporation ini bukan sekadar konsep fiksi ilmiah, melainkan sebuah solusi radikal untuk mengakhiri ketergantungan global pada bahan bakar fosil.
Energi Tanpa Henti dari Luar Angkasa
Berbeda dengan panel surya di Bumi yang terhambat oleh siklus cuaca dan pergantian malam, Luna Ring akan beroperasi di lingkungan tanpa atmosfer. Hal ini memungkinkan penyerapan energi matahari secara konstan selama 24 jam penuh.
”Sistem ini dirancang untuk beroperasi tanpa henti, siang dan malam, tanpa terganggu oleh hambatan cuaca atau kegelapan yang selama ini menjadi kendala energi terbarukan di Bumi,” tulis pernyataan resmi Shimizu Corporation, sebagaimana dilansir dari The Daily Galaxy (6/4/2026).
Mekanisme Transmisi Canggih
Teknologi ini bekerja dengan cara yang sangat kompleks namun brilian. Setelah sel surya di ekuator Bulan menangkap energi dalam jumlah masif, energi tersebut akan dikonversi menjadi gelombang mikro (microwaves) dan sinar laser bertenaga tinggi.
Sinyal energi tersebut kemudian akan ditembakkan secara presisi ke stasiun penerima di Bumi dari sisi Bulan yang selalu menghadap ke planet kita. Setibanya di Bumi, sinyal tersebut akan diubah kembali menjadi listrik siap pakai untuk kebutuhan industri dan rumah tangga.
Langkah Menuju Peradaban Baru
Jika berhasil direalisasikan, Luna Ring akan menjadi infrastruktur terbesar yang pernah dibangun manusia di luar angkasa. Proyek ini diharapkan menjadi titik balik bagi kedaulatan energi dunia, menghapus emisi karbon secara signifikan, dan membuktikan bahwa batas teknologi manusia kini telah mencapai level antarbintang.
- Penulis: Elevasi News.id

Saat ini belum ada komentar