Presiden Prabowo Tegaskan Gaya Kepemimpinan “CEO Negara” di Forum Bisnis Indonesia-Jepang
- account_circle Elevasi News.id
- calendar_month Senin, 30 Mar 2026
- visibility 19
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Elevasinews.id, Jakarta – Presiden Prabowo Subianto menegaskan arah baru kepemimpinan Indonesia yang lebih pragmatis dan berorientasi pada hasil saat menghadiri Forum Bisnis Indonesia–Jepang pada Senin (30/3/2026).
Dalam forum yang dihadiri para pemimpin korporasi besar Jepang tersebut, Presiden secara terbuka memosisikan dirinya sebagai “CEO of the Country” atau CEO Negara. Ia menekankan bahwa pemimpin modern harus mampu mendeteksi persoalan secara cepat dan mengambil langkah penyelesaian secara efektif demi kesejahteraan masyarakat.
Kepemimpinan Detail dan Responsif
Presiden mengungkapkan bahwa dirinya menerapkan gaya kepemimpinan yang detail dan langsung terlibat (hands-on). Ia bahkan mengaku kerap memantau kondisi lapangan secara intensif, termasuk menghubungi para menteri pada dini hari untuk memastikan stabilitas harga kebutuhan pokok seperti telur tetap terjaga.
Menurutnya, pendekatan ini diperlukan agar setiap kebijakan tidak hanya berhenti di tingkat perencanaan, tetapi benar-benar berjalan efektif di lapangan.
Tiga Jaminan bagi Dunia Usaha
Dalam kapasitasnya sebagai “CEO Negara”, Presiden Prabowo juga menyampaikan tiga jaminan utama kepada para investor dan mitra strategis:
Satgas Debottlenecking
Pemerintah membentuk satuan tugas khusus untuk mengatasi hambatan birokrasi. Investor juga diberikan akses pengaduan langsung kepada Presiden jika menghadapi kendala administratif atau praktik ilegal.
Reputasi Keuangan Negara
Presiden menegaskan bahwa Indonesia memiliki rekam jejak yang baik dalam memenuhi kewajiban utang, sehingga menjadi dasar kepercayaan bagi kerja sama jangka panjang.
Efisiensi Waktu
Dengan menekankan bahwa waktu adalah faktor krusial, pemerintah mendorong percepatan hasil melalui kolaborasi antara teknologi Jepang dan potensi pertumbuhan Indonesia.
Dorongan Transformasi Energi
Selain aspek tata kelola, Presiden juga menyoroti target besar transformasi energi nasional, termasuk pengembangan energi surya hingga 100 gigawatt dalam tiga tahun ke depan, serta penguatan hilirisasi sumber daya alam.
Langkah ini dinilai penting untuk memperkuat ketahanan ekonomi nasional di tengah dinamika geopolitik global.
- Penulis: Elevasi News.id

Saat ini belum ada komentar