Breaking News
light_mode
Trending Tags
#BadanGiziNasional #MakanBergiziGratis #DadanHindayana #ProgramMBG #GiziNasional #InfoTerkini ##HariLahirPancasila2026 #KotaParepare #TasmingHamid #PancasilaPemersatuBangsa #ParepareMaju #LivingIdeology #GotongRoyong ParepareHarmonis ##KabinetMerahPutih #PrabowoGibran #PelantikanPejabat #IstanaNegara #BeritaNegara #KetahananPangan #LingkunganHidup #PolitikIndonesia ##PPMParepare #PemudaPancaMarga #Parepare #TMPKesuma #SemangatPahlawan #BaktiNegeri #InfoParepare #GenerasiMuda #CintaTanahAir #KotaParepare #​#EkonomiIndonesia #PertumbuhanEkonomik #MenkeuPurbayaYudhi #SriSultanHBX #LiterasiKeuangan #GemiNastitiNgatiAti #KeuanganDigital #IndonesiaMaju2026 #​#ReviewMotorListrik ​#IndustriOtomotif ​#MotorListrikIndonesia ​#InfoOtomotif ​#KendaraanListrik #​#KAHMIParepare #PolresParepare #JusufKalla #HukumDanKeadilan #LaporPolisi #StopHoax #Disinformasi #KabarParepare #HMI #KerukunanUmatBeragama #ParepareUpdate ##IKAUnhas #MubesIKAUnhas2026 #AmranSulaiman #AlumniUnhas #Makassar #UniversitasHasanuddin #KetuaUmumIKA #KedaulatanPangan #​#Honda #HondaHybrid #TeknologiHybrid #MobilHybrid #HondaIndonesia #Gaikindo2026 #Otomotif2026 #InfoOtomotif #Sidrap #​#Parepare ​#KotaParepare ​#ParepareInformasi ​#HumasParepare ​#LagotaCafe ​#ExploreParepare #​#Opini #MarzukiDarusman #IntegritasHukum #PejuangHAM #DiplomasiBernyali #TokohInspiratif #IndonesiaMendunia #Kemanusiaan #RefleksiBangsa ##MubesIKAUnhas2026 #IKAUnhas #AlumniUnhas #Mak#AndiAmranSulaiman #KampusMerah #KolaborasiUnhas #UnhasJepang #InfoMubes ##AdiraFinance #AdiraExpo2026 #Parepare #HasanahHajiPlus #AdiraSyariah #InfoParepare #PembiayaanSyariah #SahabatAdira #TebarPromo #EventParepare #​#TNIAL #PakistanNavy #DiplomasiMaritim #TanjungPriok #HubunganBilateral #KerjasamaPertahanan #MiliterIndonesia #KapalPerang
Beranda » Opini » Dari Bogor Guncang Dunia: Kisah Marzuki Darusman, Singa Hukum yang Ditakuti Diktator Korea Utara hingga Sri Lanka

Dari Bogor Guncang Dunia: Kisah Marzuki Darusman, Singa Hukum yang Ditakuti Diktator Korea Utara hingga Sri Lanka

  • account_circle Elevasi News.id
  • calendar_month Kamis, 28 Mei 2026
  • visibility 11
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Elevasinews.id,– Di panggung diplomasi internasional, kita sering kali melihat Indonesia bermain aman. Menggunakan prinsip politik luar negeri “bebas aktif”, negara kita kerap mengambil posisi sebagai jembatan perdamaian, penengah yang santun, atau pencari jalan tengah yang netral. Namun, di tengah kultur diplomasi yang serba hati-hati itu, ada satu nama yang mendobrak pakem: Marzuki Darusman. Pria kelahiran Bogor, 26 Januari 1945 ini adalah antitesis dari diplomasi “asal bapak senang” di level global.

​Bagi generasi 90-an, nama Marzuki mungkin lekat dengan jabatannya sebagai Jaksa Agung RI (1999–2001) di era Presiden Gus Dur. Kala itu, ia adalah sosok nyali besar yang memenjarakan koruptor kelas kakap seperti Bob Hasan, membatasi ruang gerak mantan Presiden Soeharto, hingga menyeret jenderal militer ke pengadilan atas kasus pelanggaran HAM di Timor Timur dan Aceh. Karena keberaniannya, ia sempat menjadi orang nomor tiga yang paling dijaga ketat di Indonesia.

​Namun, signifikansi seorang Marzuki Darusman melampaui batas-batas hukum domestik. Ketika ia melangkah ke panggung Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), dunia menyaksikan bagaimana seorang putra bangsa mampu membuat gentar rezim-rezim paling kejam dan tertutup di bumi.

​Ketika Kebenaran Lebih Ditakuti daripada Peluru

​Pada tahun 2010, saat ditunjuk memimpin Panel Ahli PBB untuk menyelidiki dugaan kejahatan perang dalam Perang Saudara Sri Lanka, Marzuki tidak memilih jalan kompromi. Laporan investigasinya begitu tajam dan telanjang membongkar borok pelanggaran kemanusiaan oleh pemerintah setempat.

​Respons dari pihak yang terusik sangat masif: Marzuki dicekal masuk ke Sri Lanka, dan patung dirinya dibakar oleh massa di jalanan kota Colombo. Bagi sebagian orang, ini adalah ancaman psikologis yang menakutkan. Namun bagi Marzuki, itu adalah konfirmasi bahwa kebenaran yang ia tulis telah menghantam tepat di jantung kekuasaan yang korup.

​Keberanian serupa ia tunjukkan saat menjadi Pelapor Khusus PBB untuk HAM di Korea Utara (2010–2016). Menghadapi negara nuklir yang dipimpin oleh dinasti diktator totalitarian bukan perkara mudah. Banyak diplomat memilih kata-kata bersayap demi keselamatan. Tidak dengan Marzuki.

​Saat ia membacakan laporan pelanggaran HAM rezim Pyongyang pada Maret 2012, atmosfer sidang PBB mendadak mendidih. Delegasi Korea Utara yang dipimpin So Se-pyong mengamuk, mencaci laporan tersebut, dan melakukan aksi walk-out yang berujung pada keributan fisik. Di tengah badai intimidasi dari salah satu rezim paling berbahaya di dunia itu, Marzuki tetap duduk tenang. Ia tidak bergeser satu inci pun dari kursinya, memberikan gestur berkelas bahwa kebenaran tidak bisa digertak oleh amukan politik.

​Diplomasi Bernyali yang Mulai Langka

​Rekam jejak Marzuki—yang juga mencakup pembongkaran genosida etnis Rohingya di Myanmar pada 2017 hingga penyelidikan pembunuhan PM Pakistan Benazir Bhutto—adalah sebuah anomali yang menyegarkan. Lahir dari ayah seorang diplomat (Suryono Darusman) dan tumbuh besar di Eropa, Marzuki bisa saja memilih hidup nyaman sebagai elite global. Namun, ia memilih menggunakan privilese dan intelektualitasnya untuk menyuarakan mereka yang tak bisa bersuara.

​”Marzuki Darusman adalah bukti hidup bahwa integritas seorang diplomat tidak diukur dari seberapa sering ia tersenyum di depan kamera, melainkan dari seberapa tegak ia berdiri saat badai intimidasi datang.”

​Melalui lembaga yang ia dirikan, The Foundation for International Human Rights Reporting Standards (FIHRRST), Marzuki hari ini masih terus berupaya menyemaikan benih keberanian itu kepada generasi muda.

​Kisah Marzuki Darusman adalah tamparan sekaligus refleksi bagi generasi hari ini. Di era di mana banyak orang memilih bungkam demi mengamankan posisi, atau sibuk mencari validasi di media sosial, Marzuki menunjukkan apa arti “nyali” yang sesungguhnya. Indonesia tidak pernah kekurangan orang pintar, tetapi kita krisis orang berani. Dan dari seorang putra Bogor yang patungnya dibakar di Sri Lanka serta membuat delegasi Korea Utara mengamuk, kita belajar: menjadi dihormati di dunia bukan karena kita tunduk pada kekuatan besar, melainkan karena kita berani menantangnya demi kemanusiaan.

Sumber : wikipedia

  • Penulis: Elevasi News.id

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Efek Konsumsi Kopi Harian terhadap Tubuh: Pakar Ungkap Deretan Manfaat Signifikan

    Efek Konsumsi Kopi Harian terhadap Tubuh: Pakar Ungkap Deretan Manfaat Signifikan

    • calendar_month Kamis, 9 Apr 2026
    • account_circle Elevasi News.id
    • visibility 30
    • 0Komentar

    Elevasinews.id – Bagi banyak individu, aroma kopi di pagi hari adalah sinyal mutlak dimulainya hari. Baik itu tegukan espresso yang intens maupun kelembutan latte, kopi telah bertransformasi menjadi “bahan bakar” wajib sebelum memulai rutinitas. Namun, apa sebenarnya yang terjadi pada tubuh saat kita mengonsumsi kafein setiap hari? ​Melansir dari laman Real Simple melalui laporan Kompas.com, […]

  • Tanpa Dana Hibah, KAHMI Parepare Justru Makin Solid: Halal Bihalal Jadi Bukti Kekuatan Alumni HMI!

    Tanpa Dana Hibah, KAHMI Parepare Justru Makin Solid: Halal Bihalal Jadi Bukti Kekuatan Alumni HMI!

    • calendar_month Jumat, 3 Apr 2026
    • account_circle Elevasi News.id
    • visibility 25
    • 0Komentar

    Elevasinews.id, PAREPARE, – Majelis Daerah (MD) Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (KAHMI) Kota Parepare menunjukkan kekompakan yang luar biasa melalui kegiatan halal bihalal yang digelar di Komplek Mutiara Salemba, Kelurahan Galung Maloang, Kecamatan Bacukiki, Kota Parepare, Jumat (03/04/26). Kegiatan ini dihadiri langsung oleh Ketua MD KAHMI Parepare M. Rahmat Sjamsu Alam, Wakil Ketua Muh Yusuf […]

  • NasDem Kunci Nama PAW Rusdi Masse, Pengganti Segera Diumumkan Pekan Depan

    NasDem Kunci Nama PAW Rusdi Masse, Pengganti Segera Diumumkan Pekan Depan

    • calendar_month Rabu, 1 Apr 2026
    • account_circle Elevasi News.id
    • visibility 168
    • 0Komentar

    Elevasinews.id, MAKASSAR – Partai NasDem mulai mengerucutkan satu nama untuk mengisi kursi DPR RI yang ditinggalkan Rusdi Masse Mappasessu. Pengumuman resmi dijadwalkan dilakukan pekan depan. Ketua DPW Partai NasDem Sulawesi Selatan, Syaharuddin Alrif menegaskan bahwa proses penentuan Pengganti Antar Waktu (PAW) kini tinggal menunggu keputusan final dari DPP. “Minggu depan sudah ada namanya,” tegas Syahar […]

  • Gelar Hardiknas di Lapangan Andi Makkasau, Pemkot Parepare Komitmen Wujudkan Pendidikan Bermutu untuk Semua

    Gelar Hardiknas di Lapangan Andi Makkasau, Pemkot Parepare Komitmen Wujudkan Pendidikan Bermutu untuk Semua

    • calendar_month Selasa, 12 Mei 2026
    • account_circle Elevasi News.id
    • visibility 29
    • 0Komentar

    Elevasinews.id, PAREPARE – Pemerintah Kota Parepare memperingati Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) 2026 dengan khidmat melalui upacara bendera yang digelar di Lapangan Andi Makkasau, Selasa (12/5/2026). Mengusung tema “Menguatkan Partisipasi Semesta, Mewujudkan Pendidikan Bermutu untuk Semua”, momen ini menjadi ajakan bagi seluruh elemen masyarakat untuk terlibat aktif dalam dunia pendidikan. ​Wali Kota Parepare, Tasming Hamid, bertindak […]

  • Kakak Wakil Gubernur Sulsel Meninggal Dunia

    Kakak Wakil Gubernur Sulsel Meninggal Dunia

    • calendar_month Selasa, 31 Mar 2026
    • account_circle Elevasi News.id
    • visibility 58
    • 0Komentar

    Elevasinews.id – SIDRAP, 31 Maret 2026 — Abd Halim bin H. Abd Azis Djamalu, kakak Wakil Gubernur Sulawesi Selatan Fatmawati Rusdi, meninggal dunia pada Selasa (31/3/2026) pagi. Kabar duka ini disampaikan Pemerintah Kabupaten Sidenreng Rappang. Bupati Syaharuddin Alrif dan Wakil Bupati Nurkanaah menyampaikan belasungkawa serta doa bagi almarhum dan keluarga yang ditinggalkan. Sebelumnya, ibunda Fatmawati […]

  • Wali Kota Tasming Hamid Tegaskan ASN Parepare Harus Jadi Penyaring Informasi dan Disiplin Kinerja

    Wali Kota Tasming Hamid Tegaskan ASN Parepare Harus Jadi Penyaring Informasi dan Disiplin Kinerja

    • calendar_month Senin, 20 Apr 2026
    • account_circle Elevasi News.id
    • visibility 25
    • 0Komentar

    Elevasinews.id, Parepare – Wali Kota Parepare, Tasming Hamid, memimpin Upacara Hari Kesadaran Nasional yang berlangsung khidmat di Lapangan Binalipu pada Senin, 20 April 2026. Dalam amanatnya, Tasming menekankan pentingnya profesionalisme Aparatur Sipil Negara (ASN) dalam berkomunikasi dan kedisiplinan administratif. ​ASN Sebagai Pelayan Publik dan Sumber Informasi Valid ​Tasming menyoroti peran strategis ASN yang tidak hanya […]

expand_less