Indonesia Berduka: Mantan Menhan Jenderal (Purn) Ryamizard Ryacudu Meninggal Dunia
- account_circle Elevasi News.id
- calendar_month 4 jam yang lalu
- visibility 4
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Elevasinews.id, JAKARTA — Kabar duka menyelimuti dunia militer dan pemerintahan Indonesia. Mantan Menteri Pertahanan Republik Indonesia sekaligus mantan Kepala Staf TNI Angkatan Darat (KSAD), Jenderal (Purn) TNI Ryamizard Ryacudu, tutup usia pada Minggu, 31 Mei 2026.
Almarhum mengembuskan napas terakhirnya pada pukul 14.03 WIB di ruang CICU RSPAD Gatot Soebroto Puskesad, Jakarta, dalam usia 75 tahun.
Informasi mengenai wafatnya tokoh militer ini dibenarkan oleh Kepala Biro Informasi Pertahanan (Karo Infohan) Setjen Kementerian Pertahanan, Brigjen TNI Rico Ricardo Sirait.
”Kami mendapat informasi berita duka cita bahwa telah meninggal dunia Bapak Jenderal TNI (Purn) Ryamizard Ryacudu pada hari ini, Minggu 31 Mei 2026 pukul 14.03 WIB di RSPAD,” ujar Brigjen TNI Rico dalam keterangan resminya.
Jejak Karier Cemerlang Sang Jenderal
Lahir di Palembang, Sumatera Selatan pada 21 April 1950, Ryamizard Ryacudu merupakan putra dari Musannif Ryacudu, seorang perwira tinggi TNI legendaris dan loyalis Bung Karno. Mewarisi darah militer sang ayah, lulusan Akabri ini menorehkan perjalanan karier yang sangat gemilang di TNI Angkatan Darat:
- Komandan Batalyon Infanteri 305/Tengkorak
- Panglima Kodam Jaya (1999)
- Pangkostrad (2000)
- Kepala Staf TNI Angkatan Darat (KSAD) (2002–2005)
Di lingkungan militer, Ryamizard dikenal luas sebagai sosok berkarakter tegas, berintegritas tinggi, dan memiliki komitmen tanpa kompromi terhadap kedaulatan serta keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).
Mengawal Pertahanan Negara di Kabinet Kerja
Setelah purnatugas dari dinas militer, pengabdian Ryamizard kepada negara tidak berhenti. Presiden Joko Widodo memercayainya untuk mengemban amanah sebagai Menteri Pertahanan RI periode 2014–2019 dalam Kabinet Kerja.
Selama menjabat sebagai Menhan, ia sangat vokal dalam membentengi negara dari berbagai ancaman kontemporer. Almarhum aktif mengedukasi publik mengenai bahaya ancaman nonmiliter, mulai dari radikalisme, terorisme, peredaran narkoba, hingga bahaya proxy war (perang proksi) yang berpotensi memecah belah bangsa.
Ryamizard Ryacudu meninggalkan seorang istri, Nora Tristyana, serta tiga orang anak: Dwinanda Patria Noryanzha, Ryano Patria Amanzha, dan Trynanda Patria Nugraha.
Kepergian Jenderal (Purn) TNI Ryamizard Ryacudu menyisakan duka yang mendalam bagi keluarga besar TNI, rekan sejawat, dan seluruh rakyat Indonesia. Jasa, dedikasi, serta pengorbanannya dalam menjaga kedaulatan benteng pertahanan Nusantara akan selalu dikenang oleh ibu pertiwi.
Selamat jalan, Jenderal!
- Penulis: Elevasi News.id

Saat ini belum ada komentar