Breaking News
light_mode
Trending Tags
#​#TNIAL #PakistanNavy #DiplomasiMaritim #TanjungPriok #HubunganBilateral #KerjasamaPertahanan #MiliterIndonesia #KapalPerang #​#TimnasTenisIndonesia #BillieJeanKingCup2026 #GarudaPutri #IndonesiaBisa #TenisIndonesia ##SalatIstisqa #PemkotParepare #ParepareTerkini #KabarParepare #DoaMintaHujan #LapanganAndiMakkasau #SulawesiSelatan #​#RSUDAndiMakkasau #KotaParepare #PelayananKesehatan #KessanBPJS #EKinerjaASN #PurnaBakti #HumasParepare #SehatParepare #PelayananHumanis ##Parepare #KotaParepare #TasmingHamid #WaliKotaParepare #HumasParepare #PemkotParepare #HariKesadaranNasional #​#InovasiOtomotif #BateraiMobilListrik #TeknologiKorea #KendaraanListrik #TransisiEnergi2026 #MasaDepanEV #POSTECH #InfoOtomotif #TechNews #​#MubesIKAUNHAS2026 #AlumniUnhas #AndiSudirmanSulaiman #SulselMelayani #KonektivitasAlumni #UnhasJuara #WelcomeDinnerMubes ##JannikSinner #Sinner #ATP #TennisNews #MadridOpen #Masters1000 #HistoryMaker #TennisRecord #ItalianOpen #RoadToRome #Daerah ##APBTSquad ​#HUTRI81 ​#WatangSuppa ​#SepakBolaPinrang ​#TurnamenKemerdekaan ​#PemudaSuppa ​#KabupatenPinrang ​#SportivitasTanpaBatas ​#PestaRakyat ​#DirgahayuIndonesia81 ##Iduladha1447H #Parepare #TasmingHamid #PemkotParepare #SalatIduladha #AndiMakkasau #ParepareMaju #Kebersamaan #PeduliSesama #Sulsel ##PemimpinMuda #LegislatorMuda #DPRDTermuda #GayaKomunikasi #RetorikaPolitik #ViralHariIni #​#PapeThiaw #SenegalFootball #ImanDiAtasSegalanya #ShalatJumat #SepakBolaDunia #InspirasiIslam #BeritaViral #WorldCupInspiration #PrideOfAfrica #​#Parepare #TasmingHamid #PAMTirtaKarajae #PelayananPublik #ElNino2026 #InfoParepare #AirBersih #MutasiJabatan #SulawesiSelatan #​#DemokratPeduli Lingkungan #GerakanLangitBiru #HUT25Demokrat #AksiNyataBukanSeremoni #DemokratParepare #IndonesiaAsri #AHY
Beranda » Opini » Dari Bogor Guncang Dunia: Kisah Marzuki Darusman, Singa Hukum yang Ditakuti Diktator Korea Utara hingga Sri Lanka

Dari Bogor Guncang Dunia: Kisah Marzuki Darusman, Singa Hukum yang Ditakuti Diktator Korea Utara hingga Sri Lanka

  • account_circle Elevasi News.id
  • calendar_month Kamis, 28 Mei 2026
  • visibility 43
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Elevasinews.id,– Di panggung diplomasi internasional, kita sering kali melihat Indonesia bermain aman. Menggunakan prinsip politik luar negeri “bebas aktif”, negara kita kerap mengambil posisi sebagai jembatan perdamaian, penengah yang santun, atau pencari jalan tengah yang netral. Namun, di tengah kultur diplomasi yang serba hati-hati itu, ada satu nama yang mendobrak pakem: Marzuki Darusman. Pria kelahiran Bogor, 26 Januari 1945 ini adalah antitesis dari diplomasi “asal bapak senang” di level global.

​Bagi generasi 90-an, nama Marzuki mungkin lekat dengan jabatannya sebagai Jaksa Agung RI (1999–2001) di era Presiden Gus Dur. Kala itu, ia adalah sosok nyali besar yang memenjarakan koruptor kelas kakap seperti Bob Hasan, membatasi ruang gerak mantan Presiden Soeharto, hingga menyeret jenderal militer ke pengadilan atas kasus pelanggaran HAM di Timor Timur dan Aceh. Karena keberaniannya, ia sempat menjadi orang nomor tiga yang paling dijaga ketat di Indonesia.

​Namun, signifikansi seorang Marzuki Darusman melampaui batas-batas hukum domestik. Ketika ia melangkah ke panggung Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), dunia menyaksikan bagaimana seorang putra bangsa mampu membuat gentar rezim-rezim paling kejam dan tertutup di bumi.

​Ketika Kebenaran Lebih Ditakuti daripada Peluru

​Pada tahun 2010, saat ditunjuk memimpin Panel Ahli PBB untuk menyelidiki dugaan kejahatan perang dalam Perang Saudara Sri Lanka, Marzuki tidak memilih jalan kompromi. Laporan investigasinya begitu tajam dan telanjang membongkar borok pelanggaran kemanusiaan oleh pemerintah setempat.

​Respons dari pihak yang terusik sangat masif: Marzuki dicekal masuk ke Sri Lanka, dan patung dirinya dibakar oleh massa di jalanan kota Colombo. Bagi sebagian orang, ini adalah ancaman psikologis yang menakutkan. Namun bagi Marzuki, itu adalah konfirmasi bahwa kebenaran yang ia tulis telah menghantam tepat di jantung kekuasaan yang korup.

​Keberanian serupa ia tunjukkan saat menjadi Pelapor Khusus PBB untuk HAM di Korea Utara (2010–2016). Menghadapi negara nuklir yang dipimpin oleh dinasti diktator totalitarian bukan perkara mudah. Banyak diplomat memilih kata-kata bersayap demi keselamatan. Tidak dengan Marzuki.

​Saat ia membacakan laporan pelanggaran HAM rezim Pyongyang pada Maret 2012, atmosfer sidang PBB mendadak mendidih. Delegasi Korea Utara yang dipimpin So Se-pyong mengamuk, mencaci laporan tersebut, dan melakukan aksi walk-out yang berujung pada keributan fisik. Di tengah badai intimidasi dari salah satu rezim paling berbahaya di dunia itu, Marzuki tetap duduk tenang. Ia tidak bergeser satu inci pun dari kursinya, memberikan gestur berkelas bahwa kebenaran tidak bisa digertak oleh amukan politik.

​Diplomasi Bernyali yang Mulai Langka

​Rekam jejak Marzuki—yang juga mencakup pembongkaran genosida etnis Rohingya di Myanmar pada 2017 hingga penyelidikan pembunuhan PM Pakistan Benazir Bhutto—adalah sebuah anomali yang menyegarkan. Lahir dari ayah seorang diplomat (Suryono Darusman) dan tumbuh besar di Eropa, Marzuki bisa saja memilih hidup nyaman sebagai elite global. Namun, ia memilih menggunakan privilese dan intelektualitasnya untuk menyuarakan mereka yang tak bisa bersuara.

​”Marzuki Darusman adalah bukti hidup bahwa integritas seorang diplomat tidak diukur dari seberapa sering ia tersenyum di depan kamera, melainkan dari seberapa tegak ia berdiri saat badai intimidasi datang.”

​Melalui lembaga yang ia dirikan, The Foundation for International Human Rights Reporting Standards (FIHRRST), Marzuki hari ini masih terus berupaya menyemaikan benih keberanian itu kepada generasi muda.

​Kisah Marzuki Darusman adalah tamparan sekaligus refleksi bagi generasi hari ini. Di era di mana banyak orang memilih bungkam demi mengamankan posisi, atau sibuk mencari validasi di media sosial, Marzuki menunjukkan apa arti “nyali” yang sesungguhnya. Indonesia tidak pernah kekurangan orang pintar, tetapi kita krisis orang berani. Dan dari seorang putra Bogor yang patungnya dibakar di Sri Lanka serta membuat delegasi Korea Utara mengamuk, kita belajar: menjadi dihormati di dunia bukan karena kita tunduk pada kekuatan besar, melainkan karena kita berani menantangnya demi kemanusiaan.

Sumber : wikipedia

  • Penulis: Elevasi News.id

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Jokowi Buka Suara Soal Polemik Ijazah: Yang Menuduh Harus Membuktikan, Jangan Dibalik!

    Jokowi Buka Suara Soal Polemik Ijazah: Yang Menuduh Harus Membuktikan, Jangan Dibalik!

    • calendar_month Jumat, 10 Apr 2026
    • account_circle Elevasi News.id
    • visibility 63
    • 0Komentar

    Elevasinews.id, — Presiden ke-7 RI, Joko Widodo (Jokowi), akhirnya memberikan tanggapan tegas terkait isu ijazah yang kembali mencuat ke permukaan. Dalam pernyataan terbarunya, Jokowi menegaskan prinsip hukum bahwa beban pembuktian ada pada pihak pelapor atau penuduh. ​“Yang menuduh itu yang membuktikan, bukan saya disuruh menunjukkan. Jangan dibalik-balik,” tegas Jokowi saat menjawab pertanyaan awak media, Jumat (10/4/2026). […]

  • Baku Kawan Baku Lawan! Bakwan II Kembali Hadir, Beringin Tennis Club Makin Solid Menuju Tana Dewatae Cup I

    Baku Kawan Baku Lawan! Bakwan II Kembali Hadir, Beringin Tennis Club Makin Solid Menuju Tana Dewatae Cup I

    • calendar_month Jumat, 17 Jul 2026
    • account_circle Elevasi News.id
    • visibility 97
    • 0Komentar

    Elevasinews.id, SUPPA, PINRANG – Semangat sportivitas dan kebersamaan kembali membara di Kecamatan Suppa, Kabupaten Pinrang. Turnamen internal bertajuk Bakwan II (Baku Kawan Baku Lawan) resmi digelar oleh Beringin Tennis Club. Agenda rutin ini bukan sekadar ajang unjuk gigi di lapangan, melainkan strategi jitu klub untuk menjaga kekompakan sekaligus mengasah kualitas permainan para anggotanya. ​Sebelum tensi […]

  • ​”Tamparan Keras JK: Krisis Itu Harus Kerja Gila-gilaan, Bukan Malah ‘Pindah Tidur’ ke Rumah!”

    ​”Tamparan Keras JK: Krisis Itu Harus Kerja Gila-gilaan, Bukan Malah ‘Pindah Tidur’ ke Rumah!”

    • calendar_month Rabu, 1 Apr 2026
    • account_circle Elevasi News.id
    • visibility 55
    • 0Komentar

    Elevasinews.id MAKASSAR – Mantan Wakil Presiden RI, Jusuf Kalla (JK), angkat bicara dengan nada pedas terkait tren kebijakan Work From Home (WFH) yang kerap dianggap sebagai solusi penghematan energi. Dengan gaya bicaranya yang lugas, tokoh asal Sulsel ini menyebut WFH bukanlah jawaban yang tepat, terutama jika alasannya adalah untuk menekan konsumsi Bahan Bakar Minyak (BBM). […]

  • Hunger Stone, Batu Bersejarah yang Muncul Saat Sungai Mengering

    Hunger Stone, Batu Bersejarah yang Muncul Saat Sungai Mengering

    • calendar_month Minggu, 5 Jul 2026
    • account_circle Elevasi News.id
    • visibility 59
    • 0Komentar

    Elevasinews.id–Sebuah batu bersejarah yang dikenal sebagai Hunger Stone atau “Batu Kelaparan” kembali menarik perhatian dunia. Batu ini hanya akan terlihat ketika permukaan air sungai turun hingga titik yang sangat rendah akibat kekeringan ekstrem, sehingga sejak ratusan tahun lalu dijadikan penanda sekaligus peringatan akan datangnya masa-masa sulit. Salah satu Hunger Stone yang paling terkenal berada di […]

  • Harumkan Nama Daerah, Pelajar Sidrap Borong 14 Medali di Final Nasional Orion 4 Malang

    Harumkan Nama Daerah, Pelajar Sidrap Borong 14 Medali di Final Nasional Orion 4 Malang

    • calendar_month Minggu, 21 Jun 2026
    • account_circle Elevasi News.id
    • visibility 69
    • 0Komentar

    Elevasinews.id, MALANG, 21 Juni 2026 – Prestasi gemilang dan membanggakan berhasil diukir oleh generasi muda Kabupaten Sidenreng Rappang (Sidrap) di tingkat nasional. Delegasi pelajar Sidrap sukses memborong total 14 medali dalam ajang bergengsi Final Nasional Orion 4 yang diselenggarakan di Universitas Merdeka Malang, Sabtu (20/6/2026). ​Pencapaian luar biasa ini diraih oleh para peserta dari berbagai […]

  • Denise Chariesta Bagikan Update Program Bayi Tabung dengan Donor Sperma Eropa

    Denise Chariesta Bagikan Update Program Bayi Tabung dengan Donor Sperma Eropa

    • calendar_month Sabtu, 28 Mar 2026
    • account_circle Elevasi News.id
    • visibility 239
    • 0Komentar

    Elevasinews.id, Jakarta — Konten kreator Denise Chariesta kembali membagikan perkembangan terbaru terkait program bayi tabung (IVF) yang tengah dijalaninya. Informasi ini bersumber dari akun Facebook Nyata Media yang mengutip pernyataan langsung dari Denise melalui media sosialnya. Dalam unggahan TikTok pada Kamis (26/3/2026), Denise mengungkap bahwa ia akan segera mengambil sampel sperma donor yang akan digunakan […]

expand_less