Ancaman Nyata Mobil Bensin! Baterai Baru Korsel Mampu Tembus 1.000 KM Sekali Cas
- account_circle Elevasi News.id
- calendar_month Senin, 29 Jun 2026
- visibility 16
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Elevasinews.id, SEOUL — Industri otomotif global bersiap menghadapi disrupsi besar. Tim peneliti dari Pohang University of Science and Technology (POSTECH), Korea Selatan, sukses mengembangkan teknologi baterai mobil listrik (EV) berbahan dasar mikro-silikon. Inovasi ini diklaim mampu mendongkrak performa kendaraan listrik hingga setara, bahkan melampaui, kapasitas tangki penuh mobil konvensional.
Lompatan teknologi sains ini diyakini akan menjadi titik balik utama yang mempercepat migrasi massal konsumen global dari mobil berbahan bakar fosil menuju transportasi ramah lingkungan.
3 Keunggulan Krusial Baterai Mikro-Silikon Korea
Berbeda dengan teknologi yang ada saat ini, inovasi dari tim POSTECH ini membawa tiga dobrakan besar yang siap mengubah peta persaingan industri otomotif:
- Jarak Tempuh Fantastis (1.000 KM): Hanya dengan sekali pengisian daya penuh, mobil listrik yang mengadopsi teknologi ini mampu menjelajah hingga jarak 1.000 kilometer. Jangkauan luar biasa ini mematahkan batasan jarak tempuh baterai EV tradisional yang selama ini kerap memicu range anxiety bagi penggunanya.
- Efisiensi Biaya Produksi: Riset terdahulu yang menggunakan partikel nano dikenal sangat rumit dan mahal. Tim POSTECH berhasil mengatasinya dengan menggunakan skala mikro yang diikat oleh gel polimer fleksibel. Hasilnya, ongkos produksi menjadi jauh lebih murah, namun tetap menghasilkan densitas energi 40% lebih tinggi dari baterai standar.
- Kompatibilitas Pabrik yang Tinggi: Formula baterai baru ini bersifat siap pakai (ready-to-use). Produsen baterai global tidak perlu merombak total infrastruktur lini perakitan atau mesin di pabrik mereka yang sudah berdiri saat ini, sehingga proses adopsi massal bisa berjalan jauh lebih cepat.
Kehadiran baterai berbasis mikro-silikon ini diprediksi akan menjadi sinyal kuning bagi masa depan mobil berbahan bakar bensin, sekaligus membuka gerbang baru bagi era elektrifikasi yang lebih efisien dan terjangkau bagi semua kalangan.
- Penulis: Elevasi News.id

Saat ini belum ada komentar