Menlu Iran: Lebih dari 600 Sekolah Rusak Akibat Serangan AS-Israel
- account_circle Elevasi News.id
- calendar_month Minggu, 29 Mar 2026
- visibility 17
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Elevasinews.id, Teheran — Menteri Luar Negeri Iran, Seyed Abbas Araghchi, mengungkapkan bahwa lebih dari 600 sekolah di seluruh Iran hancur atau mengalami kerusakan sejak dimulainya aksi militer oleh Amerika Serikat dan Israel pada 28 Februari 2026.
Dalam pernyataannya pada Jumat (27/3/2026), Araghchi menyebutkan bahwa serangan tersebut juga menyebabkan lebih dari 1.000 siswa dan tenaga pendidik tewas maupun terluka.
Berbicara melalui sambungan video dalam sesi darurat Dewan Hak Asasi Manusia Perserikatan Bangsa-Bangsa di Jenewa, ia menyoroti salah satu insiden paling mematikan yang terjadi di sebuah sekolah dasar di Kota Minab, Iran selatan. Dalam kejadian tersebut, lebih dari 175 siswa dan guru dilaporkan tewas akibat serangan yang disebutnya sebagai tindakan yang direncanakan.
Araghchi menegaskan bahwa Iran saat ini berada dalam situasi yang ia sebut sebagai “perang ilegal” yang dilancarkan oleh AS dan Israel. Ia menilai serangan tersebut sebagai bentuk agresi yang tidak dapat dibenarkan dan bersifat brutal.
Menurutnya, dengan teknologi militer canggih yang dimiliki pihak penyerang, sulit untuk menganggap bahwa serangan terhadap fasilitas pendidikan tersebut terjadi secara tidak sengaja. Ia pun menuding bahwa serangan itu merupakan tindakan yang disengaja.
Lebih lanjut, Araghchi menyatakan bahwa penargetan terhadap sekolah merupakan “kejahatan perang dan kejahatan terhadap kemanusiaan” yang harus dikutuk secara tegas serta dimintai pertanggungjawaban.
Ia juga mengecam serangan berkelanjutan terhadap berbagai fasilitas sipil, termasuk rumah sakit, ambulans, tenaga medis, relawan Bulan Sabit Merah, kilang minyak, sumber air, serta kawasan permukiman. Menurutnya, pola serangan tersebut menunjukkan pengabaian terhadap hukum perang dan prinsip kemanusiaan.
Araghchi bahkan menilai pola penyerangan yang terjadi, beserta retorika yang menyertainya, mengindikasikan adanya niat untuk melakukan tindakan genosida.
Meski demikian, ia menegaskan bahwa Iran tidak menginginkan perang. Namun, ia memastikan negaranya akan tetap
mempertahankan diri serta menyerukan agar pihak-pihak yang bertanggung jawab atas serangan tersebut segera dimintai pertanggungjawaban di tingkat internasional.
Sumber : liputan 6
- Penulis: Elevasi News.id

Saat ini belum ada komentar